Jumat, 18 Mei 2012
A. Pengartian
Tanggung jawab adalah perbuatan atau tingkah laku manusia
yang didasari oleh kemauan untuk memperbaiki suatu kesalahan yang pernah ia
perbuat. Tanggung jawab biasanya muncul karena sifat kodrati dari manusia itu
sendiri. Dan tidak semua manusia memiliki rasa tanggung jawab. oleh karena itu
manusia yang memiliki rasa tanggung jawab tersebut adalah manusia yang beradab.
Alasan manusia dapat bertanggung jawab pada suatu hal, dikarenakan ia mempunyai
jiwa seorang yang bijaksana.
Adapun tanggung jawab mempunyai berbagai macam
a. Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri ialah dilakukan dengan
kesadaran dan kemauan manusia itu sendiri. Manusia itu juga bertanggung jawab
atas masa depannya nanti, Karena itu kepribadian manusia sangatlah penting pada
hal ini.
b. Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga
wajib bertanggungjawab pada keluarganya. Dan saling melindungi satu sama lain.
Dalam keluarga memiliki kepala keluarga, yang bertanggung jawab untuk
menghidupi istri dan anak-anaknya hingga besar.
c. Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya Manusia adalah makhluk sosial yang tidak
dapat hidup sendiri dan akan membutuhkan satu sama lainya, oleh karena itu
manusia bertanggung jawab didalam masyarakat untuk saling melindungi.
d. Tanggung Jawab Terhadap Bangsa
Setiap manusia atau individu yang tinggal diwilayah dala
suatu Negara adalah warga Negara itu sendiri. Dalam Negara tersebut mempunyai
norma dan aturan tertentu bagi warganya untuk dipatuhi. Dengan kata lain
manusia sebagai warga Negara tersebut harus bertanggung jawab akan setiap norma
dan aturan yang telah dibuat, dan apabila manusia tersebut melanggar, maka akan
ada sangsi bagi setiap perbuatannya.
B. Artikel
1. Pendidikan Agama
Pendidikan agama merupakan hal paling mendasar dan paling
utama untuk diajarkan kepada anak-anak. Melalui pendidikan inilah mereka
mengenal siapa Penciptanya, bagaimana Sang Pencipta berkomunikasi dengan
ciptaannya, serta berbagai hal mendasar lainnya yang pada akhirnya ketika
mereka cukup dewasa mereka akan mengerti & memahami untuk apa mereka dilahirkan ke dunia ini dan
apa yang mesti mereka lakukan dalam kehidupan mereka.
Melalui pendidikan agama pulalah ahlak & moral seorang
anak bisa dibentuk. Tanpa adanya pendidikan ini, seorang anak akan menjadi
gamang & bingung karena tidak memiliki sebuah standar sikap & perilaku
sebagai representasi dari akhlak & moralnya.
2. Pendidikan fisik
Pendidikan fisik adalah pendidikan yang juga mendukung dalam
perkembangan anak, seorang anak juga harus memiliki fisik yang kuat dan tegar,
apalagi di era globalisasi yang semakin keras Salah satu yang perlu
diperhatikan oleh orang tua adalah mengajarkan kepada anak sejak dini usia
tentang pentingnya menjaga kesehatan, seperti olahraga teratur dan dari hal-hal
yang dapat memberikan efek negatif seperti rokok, minuman keras dan narkoba.
3. Pendidikan intelektual
Pendidikan intelektual diperlukan agar anak mampu mengenal
& memahami berbagai ilmu pengetahuan sehingga mereka memiliki wawasan, pola
pikir, & daya analisis yang kesemuanya diperlukan untuk menghadapi berbagai
tantangan dalam kehidupan mereka selanjutnya.
“…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di
antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan
Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Q.S. Al Mujaadilah, 58:11)
4. Pendidikan psikologis
Berkenaan dengan obyek psikologi ini, maka yang paling
mungkin untuk diamati dan dikaji adalah manifestasi dari jiwa itu sendiri yakni
dalam bentuk sikap & perilaku individu dalam berinteraksi dengan dirinya
sendiri maupun dengan lingkungannya.
Berinteraksi dengan dirinya sendiri yang dimaksud adalah
bagaimana seorang anak berfikir tentang seperti apa dirinya yang akan
direpresentasikan dalam sikap & perilaku kesehariannya dan dalam
lingkungannya. Oleh karenanya, sangat penting bagi orang tua untuk selalu
mempengaruhi jiwa anak-anak untuk selalu berpikir & bersikap positif,
sportif, & bertanggungjawab. Dan ini hanya bisa dilakukan oleh orang tua
melalui teladan, baik berupa perkataan maupun sikap & perilaku orang tua.
Semakin sering seorang anak mendengar & melihat hal-hal
positif dari orang tuanya, maka ia akan melihat dirinya sebagai orang yang
positif & akan berperilaku seperti itu, dan demikian pula sebaliknya.
5. Pendidikan sosial
Dalam pendidikan sosial, orang tua sangat berperan untuk
mengajarkan & membekali anak dengan keterampilan hidup bermasyarakat dan
menjadikan anak itu adalah anak yang memiliki kepekaan sosial, yang mengerti
& memahami tentang arti saling menghargai & hidup berdampingan dalam
masyarakat.
6. Pendidikan seksual
Pendidikan ini tetap perlu diberikan kepada anak-anak sesuai
dengan tingkat usia dan pemahamannya dan dalam taraf yang positif. Namun dalam
hal ini orang tua harus memiliki pedoman yang pasti agar mereka tidak salah
baik dalam penyampaiannya maupun materi yang disampaikannya.
7. Pendidikan finansial
Pendidikan finansial perlu diberikan kepada anak sehingga
mereka bisa belajar mengatur keperluan
finansialnya dan membantu memastikan bahwa mereka tidak akan mengalami
kegagalan finansial dalam hidupnya atau kekurangan secara finansial.
http://www.orangtua.org/2011/09/28/7-tanggung-jawab-orang-tua-dalam-mendidik-anak/
C. Pendapat
http://www.orangtua.org/2011/09/28/7-tanggung-jawab-orang-tua-dalam-mendidik-anak/
C. Pendapat
Pengertian tanggung jawab memang
seringkali terasa sulit untuk menerangkannya dengan tepat. Adakalanya tanggung
jawab dikaitkan dengan keharusan untuk berbuat sesuatu, atau kadang-kadang
dihubungkan dengan kesedihan untuk menerima konsekuensi dari suatu perbuatan. Dalam
kebudayaan kita, umumnya "tanggung jawab" diartikan sebagai keharusan
untuk "menanggung" dan "menjawab" dalam pengertian lain
yaitu suatu keharusan untuk menanggung akibat yang ditimbulkan oleh perilaku
seseorang dalam rangka menjawab suatu persoalan. Rasa tanggung jawab sejati
haruslah bersumber pada nilai-nilai asasi kemanusiaan. Nilai-nilai tidak dapat
diajarkan secara langsung.
Sabtu, 12 Mei 2012
LISTING PROGRAM
Form1 (Persegi Panjang)
Private Sub
Command1_Click()
Text3.Text =
Text1.Text * Text2.Text
End Sub
Private Sub
Command2_Click()
Text4.Text =
(CInt(Text1) + CInt(Text2)) * 2
End Sub
Private
Sub Command3_Click()
Form2.Show
End
Sub
Form2 (Lingkaran) :
Private Sub
Command1_Click()
Text2 = ((Text1 * 1)
^ 2) * 3.14
End Sub
Private Sub
Command2_Click()
Text3.Text = (text1
* 1) * 2 * 3.14
End Sub
Private
Sub Command3_Click()
Form3.Show
End
Sub
Form3 (Persegi) :
Private Sub
Command1_Click()
Text2.Text =
Text1.Text * Text1.Text
End Sub
Private Sub
Command2_Click()
Text3.Text =
Text1.Text * 4
End Sub
MDI Form1
Private Sub
exit_Click()
End
End Sub
Private Sub
lingkaran_Click()
Form2.Show
End Sub
Private Sub
persegi_Click()
Form3.Show
End Sub
Private Sub
persegipanjang_Click()
Form1.Show
End Sub
ALUR
LOGIKA
Pada kesempatan
ini saya akan menjelaskan program yang masih menggunakan Microsoft Visual
Basic, namun kali ini kita akan membuat beberapa form atau SDI (Single Document
Interface) menjadi MDI (Multiple Document Interface).
Yang pertama
saya akan membuat form untuk perhitungan luas dan keliling dari bangun persegi
panjang, dengan form seperti ini :
commandButton1,
masukan kodingan program agar dapat menampilkan hasil perhitungan panjang yang
dikalikan dengan lebar untuk menghitung luas dari bagun persegi panjang yang
akan ditampilkan pada text3.
Masukan
kodingan seperti ini:
Private
Sub Command1_Click()
Text3.Text
= Text1 * Text2
End
Sub
commandButton2,
masukan kodingan program agar dapat menampilkan perhitungan 2 (panjang+lebar)
untuk menghitung keliling dari bangun perseegi panjang yang ada pada text4. Kode
‘Cint’ dimaksudkan agar tipe data pada text1 dijadikan tipe data integer
sehingga bisa mengoperasi penjumlahan dengan text2, dengan syarat agar pada
text2 diubah juga tipe datanya menjadi integer.
Masukan
kodingan seperti ini:
Private Sub
Command2_Click()
Text4.Text =
(CInt(Text1) + CInt(Text2)) * 2
End Sub
Selanjutnya
saya akan menjelaskan form2, menghitung
luas dan keliling dari lingkaran. Dengan di ketahui yaitu Jari-jari. Sebelumnya
kita akan membuat CommandButton penghubung antara form1 dengan form2 yaitu
masukan kodingan berikut:
Private
Sub Command3_Click()
Form2.Show
End
Sub
Format pada form2 adalah sebagai
berikut:
CommandButton1,
masukan kodingan program agar dapat menampilkan hasil perhitungan kuadrat dari
jari-jari yang diketahui lalu dikalikan dengan pi (3.14) untuk menghitung luas dari
lingkaran pada text2.
Masukkan
kodingan seperti ini:
Private Sub
Command1_Click()
Text2 = ((Text1 * 1)
^ 2) * 3.14
End Sub
commandButton2,
masukan kodingan program agar dapat menampilkan hasil perhitungan keliling
lingkaran yaitu 2 dikalikan dengan pi, dimana pi bernilai 3.14 kemudian
dikalikan kembali dengan Jari-jari yang telah diketahui yang hasilnya akan
muncul pada text3.
Masukkan
kodingan seperti ini:
Private Sub
Command2_Click()
Text3.Text = (text1
* 1) * 2 * 3.14
End Sub
Kemudian
untuk form3, menghitung luas dan keliling dari bangun persegi, yang dimana
sisinya telah diketahui atau dapat kita isi sesuai kemauan. Namun sebelum itu
kita buat dahulu tombol penghubung antara form2 dengan form3, yaitu masukan
kodingan berikut:
Private
Sub Command3_Click()
Form3.Show
End
Sub
Format pada form3 adalah sebagai
berikut:
CommandButton1, masukkan kodingan
program agar dapat menampilkan hasil perhitungan luas dari bangun persegi yaitu
sisi dikalikan dengan sisi, dimana sisi telah diketahui atau dapat diisikan
sendiri yang nati hasilnya akan muncul pada Text2.
masukan kodingan seperti ini:
Private Sub
Command1_Click()
Text2.Text =
Text1.Text * Text1.Text
End Sub
CommandButton2,
masukkan kodingan agar dapat menampilkan hasil hitungan dari keliling bangun persegi
yaitu mengalikan sisi dengan 4, yang nanti hasilnya akan muncul pada Text3.
Masukkan
kodingan seperti ini:
Private Sub
Command2_Click()
Text3.Text =
Text1.Text * 4
End Sub
Form1, Form2, dan Form3 termasuk dalam SDI
(Single Document Interface) kemudian untuk menggabungnya agar menjadi MDI
(Multiple Document Interface). Klik dahulu menu project lalu pilih Add MDI
form, kemudian klik menu editor.
Menu Editor
Maka akan muncul tampilan seperti ini:
Pada Menu Editor, disini kita akan membuat menu, dan exit. Lalu
isilah caption dan name, kemudian klik next.
lalu untuk membuat sub menu seperti ...persegi panjang, ...Lingkaran,
...Persegi klik menu exit lalu klik insert kemudian klik icon kemudian oke dan seterusnya.
![]() |
General. Ubah startup object menjadi
MDIForm1 kemudian OK. Maka Program MDI yang tadi telah dibuat siap dijalankan.
output
Rabu, 02 Mei 2012
1.
Nkosi Jhonson, 1989 - 2001
Lahir pada
tahun 1989 di Johanesburg. Ia tidak pernah tahu ayahnya Nkosi telah mengidap
HIV positif semenjak lahir, dia diadopsi oleh Gail Jhonson. Nkosi Jhonson mulai
menjadi perhatian publik pada tahun 1997, ketika sebuah sekolah dasar dikota
melvile johannesburg menolak untuk menerimanya sebagai murid dikarenakan
penyakit HIV-positif yang dia derita.kejadian tersebut menyebabkan kehebohan
ditingkat tertinggi politik afrika selatan,konstitusi melarang deskriminasi
atas dasar status medis.Nkosi adalah inti pembicaraan di 13 Konferensi AIDS
Internasional, di mana ia mendorong korban AIDS yang akan terbuka tentang
penyakit dan untuk mendapatkan perlakuan yang sama.ini adalah cuplikan kata
sambutan Nkosi:
"kita semua manusia yang
sama, Kami memiliki tangan, Kami memiliki kaki, Kami dapat berjalan, kami dapat
berbicara, kami memiliki kebutuhan seperti orang lain,jangan takut kepada
kami,karena kita semua sama" Nelson Mandela menyebut Nkosi sebagai "ikon
perjuangan untuk hidup".
Bersama dengan ibu angkat, Nkosi
mendirikan sebuah tempat perlindungan HIV positif untuk ibu dan anak-anak
mereka, Nkosi Haven's, di Johannesburg. Pada bulan November 2005, Gail mewakili
Nkosi ketika ia menerima Hadiah Perdamaian internasional anak dari tangan
Mikhail Gorbachev. Nkosi's Haven menerima US $ 100.000 hadiah uang dari Yayasan
KidsRights serta patung yang telah menamai Nkosi di Nkosi Johnson's kehormatan.
kehidupan nkosi adalah subjek dari buku Kami oleh Jim Woote.
2.
Hector Pieterson,1964 - 1976
Hector Pieterson (1964 - 16 Juni
1976) menjadi ikon gambar pada tahun 1976 tentang pemberontakan apartheid di
Afrika Selatan ketika berita foto oleh Sam Nzima tentang kematian Hector yang
sedang digendong oleh temannya, telah diterbitkan di seluruh dunia. Dia dibunuh
pada usia 12 tahun ketika polisi menembaki siswa yang berunjuk rasa. 16 juni
berdiri sebagai simbol perlawanan terhadap kekejaman dari pemerintah apartheid.
Saat ini, diketahui sebagai Hari Nasional Pemuda - sehari di Afrika Selatan
yang menghormati kaum muda dan membawa perhatian terhadap kebutuhan mereka.
16 juni 2002,telah diresmikan
sebuah museum Hector Pieterson di dekat tempat dia di Orlando Barat.
gambar dibawah adalah Sam Nzima
16 juni 1976 foto dari Mbuyisa Makhubo membawa Hector Pieterson, diiringi oleh
Hector's saudara, Antoinette.
3.
Iqbal Masih,1982 – 1995
Iqbal Masih
adalah seorang anak laki-laki Pakistan umur 4 tahun yang telah dijual ke
industri karpet sebagai budak dengan harga US$12. Dia disuruh bekerja selama
dua belas jam perhari. Karena jam kerja yang lama dan keras,kurang makanan dan
perawatan, Iqbal memiliki tubuh yang sangat kecil. Pada usia dua belas tahun,
Iqbal bertubuh tak layaknya anak laki-laki yang baru berusia 6 tahun. Pada usia
10 tahun, dia melarikan diri dari perbudakan brutal dan kemudian bergabung
dengan Front Pembebasan Buruh bond Pakistan untuk membantu menghentikan pekerja
anak di seluruh dunia,iqbal meolong lebih dari 3.000 anak Pakistan lepas dari
perburuhan, escape to freedom.
Dia telah
dibunuh pada hari Minggu Easter 1995. Diduga oleh banyak pihak bahwa ia telah
dibunuh oleh anggota "Carpet Mafia" karena ia membawa publisitas
terhadap pekerja anak di industri.
Pada tahun 1994, Iqbal telah
dianugerahkan Reebok Human Rights Award. Pada tahun 2000, ketika Hadiah untuk
Hak-hak Anak dibentuk, dia diberikan hadiah ini sebagai salah satu laureates.
4.
Thandiwe Chama,1991
Thandiwe Chama
adalah gadis Zambia berusia 16 tahun,dia memperoleh scooped the 2007
International Children’s menyingkirkan 28 nominasi lainnya dari seluruh dunia.
Hadiah yang prestasius tersebut diberikan kepada thandiwe pada hari minggu oleh
pemenang hadiah nobel perdamaian Betty Williams and Live8 inisiator, sir bob
geldof. Hadiah berupa patung "the Nkosi" dan uang sebesar 100.000
Euro.
Pada tahun 1999 ketika thandiwe
berusia 8 tahun,sekolahnya ditutup karena tidak ada guru,thandiwe beserta 60
anak lainnya berjalan mencari sekolah lainnya.akhirnya semua anak-anak tersebut
ditampung di the Jack Cecup School.diperkuat dengan prestasinya,thandiwe selalu
meneriakkan tentang hak-hak anak sekolah untuk mendapatkan pendidikan yang
layak.thandiwe terus bersuara,misalnya dengan berbicara didepan gereja tentang
anak-anak dan AIDS,tetapi masalah tidak selalu mudah dibahas di gereja.bersama
dengan temannya dia menulis dan mengilustrasi sebuah buku yang berjudul
"the chicken with AIDS" yang menceritakan tentang kisah anak-anak
penderita AIDS.
"Ini sangat penting untuk
mengetahui bahwa anak juga mempunyai hak. Di sekolah saya belajar tentang hak.
Dan kemudian saya tahu bahwa ini adalah sesuatu yang ingin saya untuk
memerangi. Karena jika anak-anak telah diberi kesempatan, mereka yakin dapat
berkontribusi di dunia ini membuat tempat yang lebih baik. "- Thandiwe
Chama.
5.
.Om Prakash Gurjar,1992
Pada usia lima
tahun, dia diambil dari orang tuanya dan bekerja diladang selama 3 tahun. Setelah
itu dia menjadi aktivis di Bachpan Bachao Andolan, dia berkampanye tentang
pendidikan gratis di rajasthan.dia kemudian membantu mendirikan sebuah network yang
dikenal dengan nama "child friendly villages”, tempat anak-anak yang
dihormati dan hak-hak pekerja anak tidak diperbolehkan. Dia juga mengatur
network yang bertujuan untuk memberikan semua anak-anak yang lahir sertifikat
sebagai salah satu cara untuk membantu melindungi mereka dari eksploitasi. Dia
juga bekerja untuk memastikan anak-anak diberikan akte kelahiran. Dia
mengatakan registrasi tersebut merupakan langkah pertama menuju enshrining hak
anak-anak, membuktikan usia mereka, dan untuk membantu melindungi mereka dari
perbudakan, perdagangan, perkawinan atau dipaksa melayani anak sebagai tentara.
Dia telah dianugerahkan
Internasional Anak Hadiah Perdamaian oleh mantan Presiden Afrika Selatan FW de
Klerk, yang memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1993.
6.
Samantha Smith,1972 – 1985
Samantha Reed
Smith adalah siswi Amerika dari Manchester, samantha menjadi terkenal di era
Perang dingin Amerika dan Uni Soviet. Pada bulan November 1982, ketika Smith
berusia 10 tahun, dia menulis surat kepada pemimpin Uni Soviet Yuri
Andropov,dia menanyakan mengapa hubungan antara Uni Soviet dan Amerika Serikat
begitu menegangkan.kemudian surat tersebut dimuat koran Soviet di Pravda.
Samantha sangat senang mengetahui bahwa surat itu telah diterbitkan, Namun, dia
tidak mendapatkan balasan. Dia kemudian mengirim surat ke Uni Soviet's di Duta
Besar Amerika Serikat untuk menanyakan apakah ada respon dari tuan Andropov.
Pada tanggal 26 April 1983, ia mendapatkan respon dari Andropov.
Smith menarik
perhatian media luas di kedua negara tersebut sebagai "Goodwill
Ambassador", dan menjadi dikenal sebagai "Duta Besar Amerika Serikat
yang lebih muda" berpartisipasi dalam kegiatan perdamaian di Jepang. Dia
menulis sebuah buku dan co-bintang dalam serial televisi, sebelum kematiannya
pada usia 13 tahun di Bar Harbor Airlines Penerbangan 1808 pesawat crash.
7.
Anne Frank,1929 – 1945
para pembaca
pasti pernah dengar tentang kehebohan diary anne frank. Annelies Marie
"Anne" Frank (12 Juni 1929 – Februari/Maret 1945) adalah seorang
perempuan kaum Yahudi yang menulis sebuah buku harian ketika ia bersembunyi
bersama keluarga dan empat temannya di Amsterdam semasa pendudukan Nazi di
Belanda pada Perang Dunia II. Setelah bersembunyi selama dua tahun, grup mereka
dikhianati dan mereka dibawa ke kamp konsentrasi yang mengakibatkan seluruhnya
tewas kecuali Otto, ayah Anne. Otto kembali ke Amsterdam dan dia menemukan buku
harian anaknya. Karena yakin akan uniknya catatan tersebut, Otto berusaha
mempublikasikannya.
Buku harian
tersebut diberikan kepada Anne pada ulang tahunnya yang ketiga belas dan
mencatat rentetan peristiwa-peristiwa kehidupan Anne dari 12 Juni 1942 hingga
catatan terakhir pada 1 Agustus 1944. Akhirnya buku harian itu diterjemahkan
dari bahasa Belanda ke berbagai bahasa dan menjadi salah satu buku yang paling
banyak dibaca di dunia. Beberapa produksi teater dan film juga mengangkat tema
diari ini. Buku harian yang digambarkan sebagai karya yang dewasa dan
berwawasan ini menyodorkan potret kehidupan sehari-hari yang mendalam di bawah
pendudukan Nazi; melalui tulisannya, Anne Frank menjadi salah satu korban
Holocaust yang paling banyak dibicarakan.
Minggu, 22 April 2012
Kejamnya Keadilan "Sandal Jepit"....
rakyat
kecil seperti jendal jepit yang selalu terjepit, diremehkan, lemah, selalu
kalah. Seperti sandal jepit, begitulah kenyataan masyarakat kecil jika harus
berurusan dengan hukum.
Tidak
perlu menutup mata karena kenyataan itu ada di depan mata kita. Aparat negeri
ini terkesan lebih suka menjepit rakyat kecil yang sudah biasa menjerit karena
ketidakadilan di negeri ini. Mereka terkesan lebih senang membela pejabat
dengan kekayaan berlipat, dibandingkan rakyat kecil yang biasa hidup melarat.
Tengoklah kasus Nenek Minah (55) asal Banyumas yang
divonis 1,5 tahun pada 2009, hanya karena mencuri tiga buah Kakao yang harganya
tidak lebih dari Rp 10.000. Bahkan, untuk datang ke sidang kasusnya ini Nenek
yang sudah renta dan buta huruf itu harus meminjam uang Rp 30.000 untuk biaya
transportasi dari rumah ke pengadilan yang memang jaraknya cukup jauh.
Yang paling anyar, kasus pencurian sandal jepit yang
menjadikan AAL (15) pelajar SMK 3, Palu, Sulawesi Tengah, sebagai pesakitan di
hadapan meja hijau. Ia dituduh mencuri sandal jepit milik Briptu Ahmad Rusdi
Harahap, anggota Brimob Polda Sulteng. Hanya gara-gara sandal jepit butut AAL
terancam hukuman kurungan maksimal lima tahun penjara.
Proses hukum atas AAL pun tampak janggal. Ia didakwa mencuri sandal merek Eiger nomor 43. Namun,
bukti yang diajukan adalah sandal merek Ando nomor 9,5. Selama persidangan tak
ada satu saksi pun yang melihat langsung apakah sandal merek Ando itu memang
diambil AAL di depan kamar Rusdi.
Di persidangan, Rusdi yakin sandal yang diajukan sebagai
barang bukti itu adalah miliknya karena, katanya, ia memiliki kontak batin
dengan sandal itu. Saat hakim meminta mencoba, tampak jelas sandal Ando itu
kekecilan untuk kaki Rusdi yang besar.
AAL memang dibebaskan dari hukuman dan dikembalikan
kepada orangtuanya. Namun, majelis hakim memutus AAL bersalah karena mencuri
barang milik orang lain.
Mati
Sosiolog dari Universitas Indonesia Imam Prasodjo kepada Kompas.com, Kamis (5/1/2012)
di Jakarta mengatakan, hukuman yang diberikan kepada Nenek Minah dan AAL itu
menggambarkan bahwa proses hukum yang mati dari tujuan hukum itu sendiri.
Hukum, kata dia, hanya mengikuti aturan formal, tidak memperhitungkan subtansi
dan hati nurani.
"Ancaman lima tahun dan vonis 1,5 tahun itu, bukan
masalah Jaksa, Polisi, atau Hakim saja. Tapi mereka semua telah melakukan
kesesatan kolektif. Meskipun banyak protes dari masyarakat, mereka masih juga
memproses dan memutuskan sesuatu secara tidak sedikitpun ada kesadaran dan
evaluasi," kata Imam.
Sosiolog Soetandyo Wignjosoebroto pun mengatakan hal
serupa. Hakim kini dinilainya terlalu legalistik terhadap putusan bersalah
rakyat kecil. Hakim tidak mampu memahami arti dan makna sekaligus kearifan yang
terkandung dalam aturan hukum.
"Undang-undang itu dead
letter law (hukum
yang mati). Hukum menjadi aktif dan dinamik melalui kata hati dan tafsir hakim.
Kalau putusannya itu aneh, itu bukan salah undang-undang, melainkan hakim.
Hakimnya harus pandai memberi putusan yang bisa diterima," kata Soetandyo.
Meskipun, seyogyanya mencuri atau mengambil barang orang
lain sekecil apa pun tanpa izin adalah perbuatan melanggar hukum. Dan hukum
harus ditegakkan. Namun, apakah hal itu sudah sesuai rasa keadilan di
masyarakat?
Lihat saja bagaimana para pejabat dan koruptor berdasi
putih mencuri uang rakyat yang nilainya sebanding dengan jutaan sandal jepit
dan kakao itu diperlakukan dengan terhormat oleh aparat. Mereka dapat
melanggeng bebas dari hukuman yang tidak terlalu berat. Mereka pun dapat
mangkir dari panggilan pengadilan dengan alasan sakit yang kadang dibuat-buat.
Data Indonesian Corruption Watch (ICW) menunjukan
koruptor rata-rata hanya dihukum di bawah dua
tahun. Pada 2010, sebanyak 269 kasus
atau 60,68 persen hanya dijatuhi hukuman antara 1 dan 2 tahun. Sedangkan, 87
kasus divonis 3-5 tahun, 13 kasus atau 2,94 persen divonis 6-10 tahun. Adapun
yang dihukum lebih dari 10 tahun hanya dua kasus atau 0,45 persen.
Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqqodas
pada pertengahan November tahun lalu, mengakui bahwa hukuman untuk koruptor
memang rendah. Pengadilan, kata Busyro, seakan-akan tak mencerminkan ideologi
hukum yang baik. "Putusan hakim kehilangan roh untuk berpihak pada
kepentingan rakyat," kata Busyro.
Guru Besar Hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana
mengatakan kini hukum hanya tajam jika kebawah dan tumpul jika berhadapan
dengan kalangan atas. Pemerintah, menurut Hikmahanto, seharusnya peka terhadap
rasa ketidakadilan yang terus dialami rakyat.
"Saya prihatin. Hakim terlalu legalistik jika pihak
yang lemah menjadi terdakwa. Untuk kasus korupsi, hakim justru tak menggunakan
kacamata kuda, tetapi seolah-olah memahami tuduhan korupsi tak terbukti dengan
melihat konteks," kata Himkmahanto di Jakarta, Kamis.
Keadilan Restoratif
Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist
Merdeka Sirait menyarankan agar aparat penegak hukum menggunakan restorative justice (keadilan restoratif) sebagai
penyelesaian alternatif dalam sejumlah kasus kecil seperti yang menimpa AAL
maupun Nenek Minah.
Keadilan restoratif adalah konsep pemidanaan yang
mengedepankan pemulihan kerugian yang dialami korban dan pelaku, dibanding
menjatuhkan hukuman penjara bagi pelaku. Hal itu dimaksudkan agar penyelesaian
kasus-kasus kecil tak perlu sampai ke pengadilan, tetapi diselesaikan cukup
dengan mediasi. Peradilan anak telah digagas pemerintah belandaskan azas ini.
Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis
Akbar yang turut memperjuangkan penerapan keadilan restoratif mengaku kecewa
dengan para penegak hukum yang tidak menggunakan konsep tersebut. Ia menilai,
Kementerian Hukum dan HAM pun bertanggunjawab, karena sekarang lebih peduli pada
pencitraan, sehingga subtansi rasa keadilan masyarakat tidak tersentuh lagi.
"Sungguh disesalkan, sekarang ini semua penegak
hukum mulai lagi kembali ke ego sektoral masing-masing," kata Patrialis.
Sejumlah pandangan, fakta itu, memperlihatkan bahwa keadilan
hukum di negeri ini hanya sebatas keadilan sendal jepit, keadilan yang menjepit
rakyat kecil. Sungguh ironi, di negeri yang dalam butir-butir dasar negaranya
disebut menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan perilaku berkeadilan ini,
rakyatnya diperlakukan dalam perbedaan kasta besar dan kecil. Penegakan hukum
di negeri ini masih sangat diskriminatif. Keras dan tegas untuk rakyat kecil,
tapi loyo dan bagai agar-agar bagi kalangan atas.
A. .
PENDAPAT
Saya pernah membaca sebuah wacana
yang menyatakan bahwa media asing seperti singapura dan Washington Post dari
Amerika Serikat menyoroti sandal jepit sebagai symbol baru ketidakadilan di
Indonesia dengan berbagai judul berita seperti ‘’Indonesians Protest With
Flip-Flops’’,’’Indonesians have new symbol for injustice: sandals’’,
‘’Indonesians dump flip-flops at police station in symbol of frustration over
uneven justice’’,serta ‘’ Indonesia fight injustice with sandals’’.
Pada
kasus Sandal jepit ini, di satu sisi dua orang aparat yang sebenarnya mampu
membeli lagi sandal jepit baru merasa pantas untuk menegakkan keadilan dengan
mengintrogasi anak pencuri sandal jepit bahkan menempuh jalur hukum. Menurut
saya kasus ini seharusnya diselesaikan melalui proses pembinaan bukan jalur
hukum. Sehingga pihak kepolisian memanggil orang tua sang pelaku pencuri sandal
jepit tersebut dengan tujuan agar anak itu tidak mengulangi lagi perbuatannya dan
Peristiwa ini dianggap selesai dengan aksi orangtua menegur anaknya untuk tidak
mengulangi perbuatannya di depan sang pemilik sandal jepit.
Lalu
kasus yang menimpa nenek minah berusia 55 tahun, dengan tuduhan mencuri buah
kakao (coklat) milik perkebunan PT Rumpun Sari Antan 4. Nenek minah memetik
tiga buah kakao untuk bibit di kebunnya yang kecil dan memang ditanami kakao. Nenek
Minah dijatuhi hukuman percobaan 1 bulan 15 hari. Dia memang tidak perlu
dipenjara, tapi mengapa sampai melakukan tindak pidana???
hukuman
yang adil bukan sekedar berdasarkan pasal sekian pasal sekian,tapi ada
pertimbangan lain,ada hati nurani dan peri kemanusiaan.
apakah
itu dapat disebut hukum berkeadilan? Hanya mencuri tiga buah kakao yang
dilakukan seorang anak dibawah umur dan perempuan tua,harus dihukum,sedangkan
para koruptor yang melahap uang Negara Negara/rakyat sampai milyaran rupiah
bebas karena katanya ‘’tidak ada bukti’’?
Di negara ini jika orang besar dituduh berbuat
kesalahan apalagi yang dituduh mempunyai kekuasaan meskipun jelas ada bukti
bersalah, tetapi tidak langsung menerima hukuman. Proses pengadilannya bisa
diulur-ulur atau ditunda-tunda, bahkan bisa sampai ‘’hilang’’ di tengah jalan.
Berbeda dengan orang kecil yang dituduh berbuat kesalahan,’’cepat’’ dijatuhi
hukuman, padahal banyak kejadian kemudian terbukti dia tidak bersalah. Tapi dia
sempat menjalani hukuman sampai bertahun-tahun. banyak pasal-pasal dibuat tapi hanya
sebatas ditulis dan tidak dilaksanakan sesuai dengan yg telah dibuat.
Menurut saya hukum di negara indonesia sudah amat adil, namun para aparat
penegak hukum yang saya rasa tidak adil.
Jumat, 20 April 2012
Button1
procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);
Var
A: Integer;
begin
A:=strtoint (edit1.text);
edit2.Text:= ' ' ;
edit3.Text:= ' ' ;
if A <= 30 then
begin
edit2.Text := 'Gagal' ;
edit3.Text := 'E' ;
end
else if A <= 50 then
begin
edit2.Text := 'Kurang' ;
edit3.Text := 'D' ;
end
else if A <= 65 then
begin
edit2.Text := 'Cukup' ;
edit3.Text := 'C' ;
end
else if A <= 90 then
begin
edit2.Text := 'Baik' ;
edit3.Text := 'B' ;
end
else if A <= 100 then
begin
edit2.Text := 'Sangat baik' ;
edit3.Text := 'A' ;
end
end;
end.
LOGIKA PROGRAM
Untuk logika
program, buka dulu program Borland Delphi, di program ini saya menggunakan
3komponen, yaitu Label, Edit dan button.
Di dalam komponen Label1 saya isi dengan NILAI, Label2 saya isi dengan
GRADE, sedangkan Label3 saya isi dengan Keterangan, serta kotak keluaran
(output) di dalam komponen Edit1 dapat anda isi dengan data yang anda miliki
(jika ada), lalu, komponen Button saya isi dengan OK. Program ini adalah program
percabangan dimana Cara kerja progam ini adalah, pertama masukan kodingan pada
button1 yang telah di beri nama OK, button OK di gunakan untuk menampilkan
keluaran dari Edit2 dan Edit3. Sebelumnya isi kodingan dalam button OK dengan
cara mengklik dua kali pada button OK, lalu ketik seperti yang telah saya
berikan pada listing program.
OUTPUT
Kemudian di RUN, maka akan muncul tampilan seperti ini:
Setelah
itu isi NILAI :
Kemudian klik button OK, maka akan muncul tampilan seperti
ini:
Langganan:
Postingan (Atom)
Kintan Yulanda
| Jakarta 27 Juli 1993 |Informatics Engineering UG'11 | http://www.facebook.com/kintan.yulanda | http://twitter.com/#!/strawbery_kecil
About Me
- Kintanyulanda
- kintan yulanda, jakarta 27 juli 1993, | Informatics Engineering UG '11
Diberdayakan oleh Blogger.






















